Wisata Bandung – Gunung Tangkuban Perahu

857 views

Gunung Tangkuban Perahu adalah gunung aktif di Bandung Utara, sekitar 20 kilometer dari pusat kota Bandung. Letusan akhir gunung itu tercatat di tahun 2013 tapi walau begitu, gunung tersebut masih cukup aman tuk dikunjungi sebagai tempat rekreasi.

Beberapa tanda aktif gunung tersebut terdapatnya gas belerang dan pula ada sumber air panas mengalir sampai ke kaki gunung, seperti Ciater. Bila berkunjung ke gunung itu, sangat dianjurkan menyiapkan masker tuk terhindar dari bau gas belerang yang cukup menyengat.

Gunung Tangkuban Perahu

Ketinggian Gunung Tangkuban Perahu ada di 2.084 mdpl atau kira-kira 6.873 kaki. Suhu di gunung tersebut yakni 17 derajat Celcius di siang hari dan bisa menduduki 2 derajat Celcius saat malam. Lantaran suhunya yang dingin, pada kala berwisata ke tempat pariwisata itu jangan lupa tuk membawa sweater.

Tidak seperti gunung berapi yang lain, puncak Gunung Tangkuban Perahu itu bentuknya memanjang dan persis seperti perahu terbalik. Pada lereng gunung ada bentangan kebun teh yang memungkinkan Anda bermimpi bisa berlama-lama menikmati keeksotisannya. Tempat wisata yang satu itu pun acapkali diproyeksikan sebagai lokasi pemotretan tuk foto prewedding, iklan komersil dan juga pengambilan image tuk film.

Bila Anda belum puas mendapatkan keindahan Gunung Tangkuban Perahu pada satu hari saja, Anda pun bisa menginap dan meneruskan keesokan harinya. Di sekeliling gunung ada banyak hotel yang dapat Anda sewa tuk menginap, mulai harga terjangkau hingga hotel mahal dengan kualitas layanan-layanan berkelas.

Legenda Sangkuriang dan Dayang Sumbi

Layaknya mayoritas gunung di Indonesia yang mempunyai kisah yang diturunkan turun temurun dari buyut kepada cucu-cucunya, Gunung Tangkuban Perahu pula mengandung satu cerita yang disebut sebagai riwayat terbentuknya gunung Tangkuban Perahu. Cerita Sangkuriang dan Dayang Sumbi pastinya sudah tidak asing bagi separuh besar orang.

Dikisahkan pada zaman dahulu, tinggal seorang perempuan yang jelita dikenal dengan Dayang Sumbi. Kecantikan Dayang Sumbi kerap diketahui oleh banyak sekali orang. Dayang Sumbi hidup berduaan dengan anaknya yang diberi nama Sangkuriang di suatu hutan belantara sana. Dayang Sumbi amat mencintai Sangkuriang dan mereka hidup bahagia bersama dengan seekor anjing kesayangannya, si Tumang, yang sebetulnya ayah dari si anak, Sangkuriang.

Suatu hari, Sangkuriang melakukan kesalahan. Sangkuriang berangkat berburu hewan rusa bersama si anjing, Tumang. Hingga petang, Sangkuriang tak mendapat rusa seekor juga. Sangkuriang khawatir akan mengecewakan ibunya. Kemudian, ia berencana tuk membunuh si Tumang dan mengantar dagingnya balik ke rumah.

Di rumah, Dayang Sumbi lekas mengolah daging yang diantar pulang anaknya. Usai makan, baru dirinya menyadari ketidak beradaan si Tumang. Sangkuriang kesudahannya mengaku bahwa daging yang mereka santap ialah si Tumang. Dayang Sumbi sangat marah kepada Sangkuriang. Dia melemparkan sebuah batu hingga mengenai kepala anaknya dan mengusirnya angkat kaki.

Dayang Sumbi akhirnya menyesal sudah mengusir anak kesayangannya. Lalu dia berdoa supaya diberi umur panjang dan awet muda supaya bisa berjumpa dengan anaknya lagi. Habis beberapa tahun, mereka berdua bersua kembali. Dayang Sumbi terbilang muda dan kian cantik, sementara Sangkuriang sudah tumbuh dewasa dan tampan. Pendek cerita, mereka berdua jatuh cinta.

Di suatu hari, Sangkuriang bilang ingin menikah dengan Dayang Sumbi. Di saat yang sama, perempuan tersebut mencermati bekas luka yang ada di kepala Sangkuriang dan sadar bahwa dia ialah anaknya yang sudah lama pergi. Dayang Sumbi lalu memperoleh mendapat cara supaya mereka tidak jadi menikah. Pasca meminta petunjuk, Dayang Sumbi akhirnya mengajukan syarat kepada Sangkuriang. Pemuda itu musti mampu menciptakan danau dan perahu dalam satu malam supaya keesokan harinya mereka dapat berkeliling danau berduaan.

Menjelang pagi, danau dan perahu yang dibangun Sangkuriang sudah mau selesai, Dayang Sumbi pun khawatir dan berdoa supaya matahari sesegera mungkin untuk terbit. Doa ia terkabul, matahari sudah terbit dan Sangkuriang tidak berhasil mengakhiri syarat yang diberikan Dayang Sumbi. Karena marah, Sangkuriang lalu menyepak perahu setengah jadi itu ke tengah danau. Perahu hinggap dalam posisi terbalik. Perahu tersebut yang akhirnya dijuluki sebagai Gunung Tangkuban Perahu.

Tiga kawah

Letusan gunung yang berlangsung mengakibatkan munculnya kawah-kawah di wilayah gunung itu. Dari sejumlah kawah yang dikelola, ada 3 kawah yang sangat terkenal di Gunung Tangkuban Perahu diantaranya: Kawah Domas, Kawah Upas, dan Kawah Ratu.

Kawah Ratu

Kawah Ratu adalah kawah paling besar yang sangat terkenal di Gunung Tangkuban Perahu. Tuk pergi ke kawah itu, Anda cukup naik kendaraan pribadi atau mobil rental di lokasi yang bakal menghantarkan Anda hingga ke Kawah Ratu. Jalan trip ke kawah tidak begitu sulit, hingga tidak sedikit wisatawan yang berekreasi.

Kawah Ratu bisa dilihat dari dataran yang setingkat lebih tinggi dengan pagar pembatas terbuat dari kayu tuk keselamatan jiwa para wisatawan. Panorama yang cantik dapat Anda tonton di sini. Tanah di sekitar kawah normalnya berwarna putih dengan batu-batu memiliki warna kekuningan sebab terdapat kandungan belerang. Selain itu Anda dapat melihat asap mengepul yang bersumber dari kawah.

Di sekeliling lokasi ada banyak toko kecil yang menjajakan berbagai souvenir semisal topi, syal, dan juga beraneka kerajinan dari kayu. Tidak hanya souvenir, ada pula warung makan yang menyediakan mie dan teh hangat hingga ketan bakar yang dijadikan sebagai makanan khas Lembang.

Kawah Upas

Kawah Upas terletak di seberang Kawah Ratu. Tuk mencapainya, Anda harus melewati jalan terjal dan berpasir. Barangkali hal itu yang membuat banyaknya wisatawan yang rekreasi ke sini lebih sedikit jika dibandingkan dengan Kawah Ratu. Disamping itu, Kawah Upas juga lebih kecil dan sedikit dangkal.

Kawah Domas

Kawah Domas ada di dataran yang sedikit lebih rendah dari Kawah Ratu. Tak semacam di Kawah Ratu yang cuma diperkenankan melihat dari kejauhan dan dibatasi oleh pagar kayu. Di Kawah Domas, Anda boleh melihat kian dekat. Bahkan Anda pun bisa menjalankan uji panasnya kawah dengan merebus telur di sana. Menarik bukan?

Jika Anda ingin berkunjung ke Kawah Domas di atas jam 4 sore, maka Anda musti menyewa salah seorang tour guide demi keselamatan.

Tidak cuma tiga kawah tadi, ada lagi yang unik dari Gn. Tangkuban Perahu, yakni Pohon Manarasa. Pohon yang tidak sedikit tumbuh di wilayah tempat wisata itu memiliki daun berwarna merah dan bila dimakan rasanya menyerupai dengan rasa daun jambu. Menurut warga sana, daun pohon itu bisa menyembuhkan diare. Uniknya, mereka pun percaya bahwa daun itu pun dapat membuat kalian awet muda. Dayang Sumbi diyakini selalu makan daun itu, hingga dia tetap cantik dan awet muda.

Angkutan ke Gn. Tangkuban Perahu

Satu dari beberapa hal yang istimewa dari Gn. Tangkuban Perahu ialah diperbolehkannya alat transportasi masuk dan naik hingga ke kawasan kawahnya dan adanya lahan parkir yang cukup luas tuk kendaraan Anda. Hal itu tak banyak terjadi di gunung-gunung lainnya di Indonesia yang jadi obyek wisata.

Harga tiket masuk

Tuk bisa masuk kekawasan wisata alam itu, Anda wajib bayar karcis masuk.

Wisatawan dalam negeri:

Karcis masuk: Rp 13.000

Parkir sepeda motor: Rp 5.000

Parkir mobil: Rp 10.000

Parkir bus pariwisata: Rp 20.000

Wisatawan luar negeri:

Karcis masuk: Rp 50.000

Parkir sepeda motor: Rp 7.000

Parkir mobil: Rp 15.000

Parkir bus pariwisata: Rp 25.000

Tags: #harga diving di pulau seribu #paket wisata murah kepulauan seribu 2014 #peta pulau seribu indonesia

Leave a reply "Wisata Bandung – Gunung Tangkuban Perahu"

Author: