Wisata Jogja – Jalan Malioboro – Aneka Tempat Wisata

1231 views

Banyak obyek wisata istimewa yang dilestarikan Kota Sang Sultan itu, satu diantaranya yang populer pastinya Jalan Malioboro. Jalan yang panjangnya 2,5 kilometer yang terbentang dari Tugu Yogyakarta hingga ke Kantor Pos Yogyakarta itu tidak pernah sepi wisatawan tiap harinya. Jalan Malioboro terletak dekat dengan keraton dan dijuluki sebagai salah satu titik garis imajiner yang mengkoneksikan diantara Pantai Parangtritis – Keraton Yogyakarta – Gunung Merapi.

Siapa sangka jika dulunya jalanan tersebut cuma jalan sepi dengan tidak sedikit pohon asam di pinggirnya. Jalan Malioboro dulu hanya dilalui oleh warga yang mau ke keraton, Benteng Vredeburg atau ke Pasar Beringhardjo.

Malioboro

Asal dari nama Malioboro pun terdapat dua versi. Pertama, namanya diambil dari bahasa Sansekerta, mempunyai arti ‘karangan bunga’. Hal itu disebabkan sepanjang jalan tadinya dipenuhi oleh karangan bunga tiap kali keraton mengadakan acara. Versi kedua mengungkapkan bahwa nama jalan bersumber dari salah seorang bangsawan Inggris, Marlborough, yang berdiam di Yogyakarta kira-kira tahun 1881 hingga 1816.

Terlepas dari mana nama Malioboro bermula, jalan cukup populer di Yogyakarta itu senantiasa berhasil menarik atensi para wisatawan yang berwisata ke kota itu. Jalan Malioboro jadi semacam pusat belanja khas Yogyakarta. Sepanjang jalan, Anda dapat menjumpai beragam souvenir khas diawali dari T-shirt, batik, kerajinan tangan, blangkon, hingga bakpia patok dan yangko yang dijadikan sebagai jajanan khas Yogyakarta.

Untuk kuliner, di obyek wisata itu ada sederetan pedagang kaki lima yang menawarkan sajian sederhana tetapi nikmat. Jangan lupa mencoba nasi gudeg yang telah jadi kuliner wajib coba di Yogyakarta. Buat minuman, rasakan es dawet yang menonjolkan rasa legit gula merah bercampur kental dan gurihnya santan kelapa. Sembari menikmati makanan, sekawanan pangamen bakal datang saling bergantian bersama dan mendendangkanlagu-lagu yang makin menjadikan Anda jatuh cinta terhadap Yogyakarta.

Di sepanjang jalan ada sederetan tukang delman dan becak yang loyal menanti pelanggan. Demikianlah waktunya Anda mengitari wilayah Jalan Malioboro dengan moda khas Yogyakarta. Tukang angkutan umum beroda tiga yaitu becak kerap menawarkan paket keliling obyek wisata sekeliling dengan tarif yang terjangkau. Delman pun bisa Anda tetapkan jadi pilihan bila ingin menikmati pengalaman unik menjelajah Yogyakarta. Selama di Jalan Malioboro, Anda hampir terus mendengarkan alunan alat musik gamelan Jawa yang diputar dari kaset ataupun dimainkan langsung oleh seniman jalanan dari Yogyakarta. Tidak hanya di siang hari, obyek wisata itu pun ramai saat malam tiba. Budaya angkringan tidak bisa terlepas dari kota cantik itu.

Hingga sekarang, Jalan Malioboro masih jadi bagian terpenting dari Keraton Yogyakarta. Jalan itu kerap jadi lokasi parade tiap kali keraton menggelar acara.

Apa yang menarik dari Jalan Malioboro dan sekitarnya?

Jalan Malioboro tidak hanya seputar oleh-oleh khas Yogyakarta. Sepanjang jalan tersebut ada sejumlah lokasi yang tidak kalah istimewa bila disandingkan dengan berburu oleh-oleh.

Keraton Yogyakarta

Keraton Yogyakarta adalah pusat budaya dan pemerintahan di Provinsi DIY. Keraton jadi kerajaan sekalian rumah keluarga Sri Sultan. Keraton didirikan dengan perhitungan yang dahsyat. Semua tata letak dan detail dari bangunannya disetting serasi dengan pandangan hidup budaya Jawa. Keraton dibangun mengarah ke arah utara bukanlah tanpa sebab. Dengan mengarah utara, artinya keraton menghadap ke Gunung Merapi. Bila ditarik garis lurus dari utara ke selatan, maka bakal muncul garis imajiner diantara Gunung Merapi, Keraton Yogyakarta dan Pantai Parangtritis.

Tidak hanya jadi pusat pemerintahan dan rumah untuk sultan beserta keluarganya, keraton pun jadi satu dari sekian banyak obyek wisata budaya di Yogyakarta. Keraton dibuka untuk umum tiap hari dari pukul 08:30 hingga 12:30. Untuk hari Jum’at dan Sabtu, keraton tidak buka lebih awal, yakni pada pukul 11:00.

Jalan Malioboro Malam Hari

Benteng Vredeburg adalah sebuah museum sekaligus obyek wisata yang ada di Jalan Malioboro. Selayaknya museum, di dalam benteng tersedia koleksi beraneka benda situs masa perjuangan. Disamping itu, ada ruangan pemutaran film perjuangan dan diorama yang menggambarkan tentang kondisi Indonesia saat zaman kolonial.

Benteng tersebut tadinya dibangun di bawah perintah Sultan Hamengkubuwono I. Bangunan pertamanya cukup sederhana, hanya dari kayu dan tanah liat. Sebab terasa terancam mengingat kemajuan dan pertumbuhan keraton, Belanda kemudian mengambil alih benteng tersebut dan menamainya Fort Rustenburg yang akhirnya berubah jadi Fort Vredeburg atau Benteng Perdamaian hingga sekarang.

Benteng Vredeburg beroperasional setiap hari dengan jam buka, Selasa sampai Jum’at mulai pukul 08:00 pagi sampai dengan 16:00 sore, dan wekkend mulai pukul 08:00 – 17:00. Obyek wisata itu tutup tiap hari Senin. Tuk tiket masuk, Anda sekedar perlu mengerahkan biaya dengan total Rp.2.000 per orang tuk dewasa dan Rp.1.000 tuk anak kecil. Harga yang tidak sama dikenakan kepada wisatawan luar negeri, yakni Rp.10.000 per orang tuk dewasa dan anak-anak.

Pasar Beringhardjo

Pasar Beringhardjo merupakan bagian pasar tradisional sekaligus obyek wisata di Yogyakarta yang menarik dan sering dikunjungi wisatawan. Di sana, Anda dapat menjumpai batik dengan bervariasi motif, aksesoris hingga rempah-rempah menjadi bahan dasar produksi jamu tradisional.

Lokasi pasar tersebut didirikan dulu adalah suatu hutan yang didominasi pohon beringin. Dari sini juga sebutan nama Beringhardjo diperoleh. ‘Bering’ yang artinya pohon beringin dan ‘hardjo’ yang pelik sejahtera. Pasar Beringhardjo jadi salah satu pusat aktivitas ekonomi Yogyakarta pada zaman dulu diinginkan mampu membawa kesentosaan terhadap warga Yogyakarta.

Pekan Budaya Tionghoa Yogyakarta

Daerah Ketandan yang terletak di wilayah Jalan Malioboro adalah sebuah daerah pecinan di Yogyakarta. Adanya etnis Tionghoa tidak bisa dipisahkan dari sejarah dan pertumbuhan kota itu.

Satu dari sekian banyak bentuk eksistensi dari etnis Tionghoa di ibukota DIY ialah dengan diselenggarakannya Pekan Budaya Tionghoa Yogyakarta menjadi bagian dari perayaan Imlek tiap tahunnya. Acara itu bertempat di sepanjang Jalan Malioboro dan sekelilingnya. Sebagian kegiatannya seperti karnaval barongsai, pameran budaya, bazaar kuliner, panggung hiburan dan juga lomba karaoke bertema mandarin. Yogyakarta tidak pernah membuat kecewa pengunjungnya. Jalan Malioboro terus siap menyambut kapan pun Anda berkunjung.

Tags: #kepulauan seribu yang masih bersih #paket liburan pulau tidung murah 2013 #paket tour pulau seribu 2014 #paket wisata murah pulau seribu 3 hari 2 malam #travel agent pulau seribu murah

Leave a reply "Wisata Jogja – Jalan Malioboro – Aneka Tempat Wisata"

Author: